Langsung ke konten utama

Postingan

Berlapang Dada - Sekuat Karang

  Aku tidak boleh menangisi nasibku yang bersuamikan siapa. Ini pilihanku sendiri. Kalaupun pilihanku ini membuat hidupku susah dan hidup sengsara lagi seperti apa yang dialami orangtuaku dulu, semoga Alah kuatkan pundakku. Aku tak boleh meratapi apa yang terjadi padaku kemarin, saat ini ataupun yang terjadi di masa depan meski itu akan terasa pahit dan menyedihkan dijalani. Menangis hanya akan membuatku tidak berani menerima kenyataan dan takut unntuk melangkah maju meninggalkan beban yang ada di pundaku saat ini. Kalaupun aku melangkah untuk melepaskan beban di pundak yang nantinya hanya untuk berganti dengan beban lain yang mungkin lebih berat, berharap saja agar beban itu akan dibuatNya lebih ringan untuk dijalani. Allah, aku tak ingin menyesali keputusanku. Tuntun aku dan kuatkan aku untuk menjalani hari-hari esok sebagai seorang anak, seorang istri dan juga seorang ibu bagi anakku. Aku pasrahkan masa depan anak dan keluargaku padaMu Ya Allah. KepadaMu aku berserah...

Cintamu Tulus atau Pamrih?

Entah berapa ratus kali aku mengatakan, "terimakasih suamiku" tapi tak pernah sekalipun aku mendengar "terimakasih istriku". Aku bilang, "terimakasih sudah bekerja keras untuk keluargamu, dan sudah mau menjadi imamku". Ingin sekali kudengar dari lisannya sekali saja, "terimakasih istriku, karena kamu bersedia menjadi pendampingku dan menjadi ibu dari anak-anakku". Dikala aku membantunya tapi ternyata caraku salah, ia tak pernah mengucapkan terimakasih dengan tulus dan tersentuh bahwa ada seorang wanita yang bukan saudara sedarahnya ataupun orang tuanya rela memikirkan kebahagiaannya. Ia hanya mengingat kesalahan itu tanpa peduli niat baiknya. Terus saja ia mengucapkan, "hargai aku". Seolah-olah istrinya tak pernah menghargainya, dan usaha yang dilakukan untuk keluarga kecilnya tidaklah berguna. Ia tak pernah tahu..... Semakin hari, hati istri pun semakin hancur. Awalnya ia dengan mudah bangkit dan melupakan kemarahan suamin...

Alhamdulillah 'ala kulli hal

Katanya Kalau sedih maka keluarkan tangismu Katanya Kalau marah maka luapkanlah emosimu Katanya Kalau benci ungkapkanlah isi hatimu Katanya Jika punya masalah maka ceritakanlah Tapi semua sudah kulakukan Yang ada hanyalah pilu yang menyisa Dikala air mata ingin dibendung Ternyata ia tak pernah mau dibendung Lalu aku bertanya Bagaimana aku menyembuhkan lukaku Sedangkan ia yang membuat luka terus saja melakukannya Ingin kuteriak "enyahlah dari hadapanku" Semoga kamu ditelan oleh waktu yang membawamu ke antah berantah Tapi itu hanyalah khayalan belaka tak mungkin bias terjadi yang terjadi hanyalah aku yang masih terpuruk dalam kesakitanku sendiri membencimu Baru aku tersadar bahwa Tuhan hanya mencintaiku dengan cara-Nya Ini semua hanya ujian sebagai bukti cinnta-Nya dan aku hanya dituntun untuk mencapai masa dimana aku bisa berkata "Alhamdulillah 'ala kulli hal" di keadaan yang tak ku inginkan. - Pelangi Keihidupan -

Dengan Sang Waktu

Bertemu Dimanakan kita akan bertemu Dengan Sang Waktu yang indah Karena sekarang ia tiada Hanya kelam menggelayut Pikiran melayang menusuk-nusuk jiwa Bait-bait puisi jadi obatnya yang hanya sementara semoga kita akan bertemu Dengan Sang Waktu yang indah tiada lagi tangis yang tak mampu terluapkan tak ada pilu yang tersembunyi tajam seperti serpihan kaca yang menancap di jantung begitu menyakitkan semoga kita akan bertemu Dengan Sang Waktu yang indah - Pelangi Kehidupan -

Mencari

Aku sering merasa hidup ini hampa setelah kepergian ke-empat anak kembarku: Zahra, Salsabila, Hamzah, Hafshah. Begitu berat raasnya menanggung rasa bersalah yang begitu dalam. Sering kali aku menangis sangat lama ketika teringat rangkaian demi rangkaian kejadian yang telah terjadi, aku begitu menyalahkan diri sendiri hingga tak tahu apakah diri ini masih berguna. Selang 3 bulan setelah kepergian meraka, aku kembali diberikan amanah untuk mengandung untuk yang kedua kalinya. Kali ini hanya 1 janin saja dalam kandunganku, lebih mudah bagiku menjalani kehamilan kali ini karena terasa lebih ringan berkali-kali lipat dibandingkan kehamilan quardplet. Tapi, meskipun aku telah hamil lagi. Rasa hampa itu masih saja tersisa. Perasaanku begitu sensitive dan sering menganggap bahwa aku sudah tidak lagi ada yang menyayangi. Aku sudah tidak berguna lagi untuk siapa-siapa. Aku juga merasa seperti sudah tidak memiliki keluarga. Memang tidaklah mudah menjalani kehidupan rumah tangga jauh da...

Keluarga Pelangi - Kelahiran Zahra Atta Hafidz

Hari itu adalah tanggal 26 Desember 2018, seperti biasanya Mamah pukul 5.30 pergi untuk membeli sarapan karena aku sudah lapar. Kehamilanku yang berusia hamper 18 minggu, dengan 4 janin di dalamnya membuatku mudah lapar. Apalagi ini di kampong halamanku, makanannya membuatku berselera tidak seperti saat aku di Jakarta susah mencari makanan yang aku inginkan. Sudah 1 minggu aku di Semarang, sejak 19 Desember 2018. Awalnya aku tak mau pergi kemana-mana karena kandunganku sudah sangat besar. Tapi aku merasa bersalah karena suamiku setiap hari bete gara-gara aku malas makan. Jadi tiap malam suasananya ga enak, aku jadi mulai tertekan karena ga enak sama suamiku. Suamiku mengatakan berulang kali menyuruhku untuk ke Semarang. Awalnya aku menolak, tapi akhirnya aku meng-iyakan karena ga mau bikin suamiku sedih karena aku susah makan. Aku pikir-pikir mungkin dengan ke Semarang nafsu makanku jadi meningkat. Akhirnya aku dibelikan tiket pesawat ke Semarang, aku harus berangkat sendirian. Hal ...

Keluarga Pelangi - Kehamilan Pertamaku : Quardplets

Hari itu  begitu membahagiakan bagi aku dan suamiku, karena yang kami nantikan selama 3,5th akhirnya terwujud. Aku positif hamil anak pertama kami. Keesokan harinya aku bergegas ke Rumah Sakit untuk memastikan kehamilanku. Aku berangkat sendirian karena suamiku sudah kembali on-site. dr.Carmel melakukan usg dan benar terlihat telah ada kantong kehidupan, usianya diperkirakan 4 minggu. Saat usg seperti ada lebih dari 1 kantong, tapi karena masih belum yakin akhirnya dokter membuat jadwal control lagi pada usia 7 minggu untuk melihat perkembangannya apakah benar ada lebih dari 1 kantong bakal janin atau diprediksi aku hamil anak kembar. 3 minggu kemudian aku kembali ke Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, di Jakarta Utara tempat biasa aku control dan melakukan terapi PCOs sejak awal. Perkembangan janin pun terlihat derastis, terlihat dengan jelas ada 3 kantong. Ya..aku dinyatakan mendapatkan kehamilan khusus yaitu Triplets. Dikarenakan kehamilan khusus, maka dr.Carmel menyarank...

Keluarga Pelangi - Berdamai dengan Kehilangan

Setiap dari kita pasti pernah merasakan kehilangan dan akan merasakan kehilangan lagi lagi dan lagi sampai menutup mata. Siapa yang tak meneteskan air mata ketika membayangkan saat itu terjadi? Dimana kamu harus kehilangan orang yang sangat kamu cintai. Misalkan ibu, ayah, anak, dan... suami Tapi, saat kamu telah menutup mata (read:mati) maka orang lainlah yang akan merasa kehilangan. Teman, sahabat, orangtua, atasan di kantor, istri dan anak kita tentunya. Dari sekian banyak orang yang merasa kehilangan karena kepergianmu adalah istri dan anak-anak (jika mereka telah mengerti apa jawaban dari pertanyaan di kepalanya: "Mengapa ayah tak menjawab saat kusapa, ia tak tersenyum dan tertawa saat aku melempar senyum melihat kedatangannya. Ia hanya terbaring dengan mata tertutup, hidung disumbat kapas, dan berpakaian putih yang diikat? ) Saat itu mungkin anakmu tak tahu jika pakaian yang terakhir kali ia lihat membungkus tubuh ayahnya itu adalah kain kafan. Dan hari itu adalah hari t...

My Story of Long Distance Marriage

Rabu, 12 September 2018 Jakarta – Indonesia              Dear Diary,                         Jam menunjukkan masih pukul 21.00 WIB, untuk kota sebesar Jakarta jam segini bisa dibilang masih belum larut untuk beristirahat. Kebanyakan masih di jalan atau baru saja sampai di rumah setelh seharian bekerja. Ya, beginilah kehidupan di Ibu Kota Jakarta. Tapi beruntung, aku tinggal di kosan yang tidak jauh dari kantor tempat aku bekerja. Tak harus berangkat jam 6 pagi apalagi sebelum subuh untuk bisa sampai ke kantor sebelum pukul 8 pagi. Cukup 5 menit mengendarai kendaraan bermotor roda 2 untuk bisa sampai ke parkiran Masjid dekat kantor.                         Hari ini lagi-lagi aku sendiri,...

RINDU

Harusku larikan kemanakah rindu ini? Begitu pedih jika dipendam Begitu sakit jika dibiarkan Tolong jelaskan bagaimana aku harus mengatasinya! Setiap waktu   aku hanya bisa mengambil kitab suci Membacanya perlahan Ayat-ayat Nya merasuk Seakan setiap katanya bertanya padaku: “apa kabar hati?” Tak ada jawab dalam lisan Ia hanya memanggil air mata Setiap waktu selama 28 hari Aku berteman “Sendiri” Aku disini selalu bertanya Kapankah kebersamaan semu ini akan berakhir Kapankah kita akan bersama Kapankah rindu ini berhenti menghampiriku? Kau bilang: “lakukanlah hal yang bisa membuatmu bahagia” Kau bilang: “kembangkanlah bakatmu” Bagaimana jika hal yang membuatku bahagia adalah bisa bersamamu sekarang juga Bagaimana jika bakatku sudah tenggelam hingga aku lupa apa bakatku? Siapakah yang bisa menolongku? Kamu? Dimana kamu? Atau aku harus bertanya pada siapa? Ah aku tahu, aku harus bertanya pada Tuhan. Tapi apa yang harus...

Gemericik Air Surga

Gemericik air surga Mengalir di sepertiga malam malammu Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta Wahai pemuja yang melantunkan kalimah suci di malam malammu Lantunanmu kudengar begitu menentramkan jiwa Bagai gemericik air surga Sudikah engkau menuliskan namaku Sudikah engkau menuliskan namaku dalam setiap doa di malam malammu Doa sang pencinta pada Pemilik Asma Yang Agung Seluruh tabir waktu kelak kan menyingkap rahasia Agung yang tersembunyi Jauhnya jarak memisahkan kita agar tetap dalam naunganNya Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta Ijinkan aku mengetuk pintu hatimu Ijinkan aku menghuni istana jiwamu Ijinkan aku berjalan bersamamu menuju kerajaan Sang Pecinta Seluruh Semesta menikmati indahnya Gemericik air surga bersamamu

Serpihan Pena

GEMERICIK CINTA   Hari semakin senja jemariku masih saja menggulir  butiran-butiran kayu yang menjadi saksi kelak atas diriku dihadapan Raja-ku, Raja dari segala Raja yang berkuasa Ketanangan tak terkira terasa begitu menusuk, menghunus hatiku, tulang-tulang rusuk terasa erat mencengkeram  tubuh-ku, menyesakkan jantung, buliran air mata yang  menetes bagai mutiara yang tak ternilai  oleh apa pun. Ya...kurasakan, kurasakan getaran cinta ini, kudengar  kudengar gemericik cinta ini, kurasa tetesan cinta ini bagai embun menyentuh kalbuku.  Tuhanku... inikah Kau  inikah Kau Kau tunjukan cintaMu  pada kami gembala-gembala yang sering tersesat, gembala-gembala yang buta yang buta akan kebesaranMu, gembala-gembala yang tuli yang tuli akan seruanMu. Ampuni kami,  bimbinglah kami, Ya Rabb-ku, dengan Cinta Gemericik cinta-MU Serambi Masjid Al Adhab...

Untukmu Yang Mencintaiku

Aku tak tahu bagaimana perasaanku padanya sekarang. Benar aku sangat mengaguminya, aku selalu mengatakan aku cinta dia. Tapi itu dulu, dan sekarang ketika ada seseorang yang menyayangiku apakah aku salah bila aku merasa belum bisa menerima  rasa sayang lebih dari perasaan seorang saudara. Aku merasa tak bisa mempercayai kata cinta di usia ini, bahkan sampai kapan pun. Begitu jahat sepertinya jika aku mengatakan : "Kamu yang telah membuat hatiku mati" , tapi memang itu yang aku rasa. Ketika aku telah bangkit dari semua kekacauan jiwa yang membelengguku, banyak cinta mendatangiku. Mereka semua sama, inginkan aku karena hatiku bukan karena manis atau cantik rupaku. Aku bingung dengan semua ini, harus bagaimana diriku padanya. Tapi hati ini menjadi seperti sekarang adalah hasil proses pendewasaan karena telah mencintaimu. Kini aku tak mau lagi menghidupkan lilin dalam gelapnya malam di dinding hatiku, aku tak ingin membuka hati ini sebelum waktunya tiba. Aku tak ingin merasa...

Hanya Aku dan Harapanku

T ak tahu apa yang sedang aku pikirkan. Saat ini aku bingung, hanya berharap Tuhan berbelas kasih padaku untuk menunjukkan jalan yang terbaik yang harus aku ambil. Semalam aku mengamati deretan  foto-foto seorang wanita , wanita itu adalah sosok masa lalu dari orang yang saat ini sangat menyayangiku. Aku merasa sangat tak pantas menggantikan sosok wanita seperti dia. Dia terlihat sangat baik, dewasa, pintar, cantik, dan banyak kelebihan pada dirinya yang mungkin tak kumiliki. Masih berkecamuk dalam pikirku apa pantas orang seperti diriku ini dikagumi oleh banyak orang? Malu rasanya mengingat semuanya.           Beberapa menit mata ini memandangi foto di album foto FB wanita itu, terdiam, terpaku, meratap,    mengapa wanita sebaik dia ditinggalkan?  apa salahnya?  Bagaimana perasaannya waktu mereka berdua berpisah? Apakah dia merasa sakit?   Dia yang sudah menjadi seseorang...

part H

~ Penelitian Cinta G&G ~ Sebuah project konyol yang pernah terpikirkan oleh seorang bocah ingusan yang belum genap berusia 17th. ABG benar-benar masa suram alias suwung..haha. Ya....Aku mengajak Gita dalam  project diary yang aneh bin aneh lagi wes... Kita beri nama Diary G&G , G&G itu singkatan dari namaku dan Gita. Tak tau kenapa aku suka  huruf G, yaiyalah secara namaku berawalan huruf "G" juga angka 2 dan 1, #nek iki ojo takon (dalam bahasa Indonesia : kalau ini jangan tanyakan).   Tak sabar nih pengen nostalgia cerita, tapi untuk pihak-pihak terkait jangan sakit hati atau marah ya..ini hanya curhat masa lalu yang sudah berlalu, saat kami masih sangat labil,  jadi harap maklum oke . ^_^ ............................................................................................................................................ Di sela-sela kebahagiaan atas kemenangan PSSI 1...