Langsung ke konten utama

Postingan

Keluarga Pelangi - Berdamai dengan Kehilangan

Setiap dari kita pasti pernah merasakan kehilangan dan akan merasakan kehilangan lagi lagi dan lagi sampai menutup mata. Siapa yang tak meneteskan air mata ketika membayangkan saat itu terjadi? Dimana kamu harus kehilangan orang yang sangat kamu cintai. Misalkan ibu, ayah, anak, dan... suami Tapi, saat kamu telah menutup mata (read:mati) maka orang lainlah yang akan merasa kehilangan. Teman, sahabat, orangtua, atasan di kantor, istri dan anak kita tentunya. Dari sekian banyak orang yang merasa kehilangan karena kepergianmu adalah istri dan anak-anak (jika mereka telah mengerti apa jawaban dari pertanyaan di kepalanya: "Mengapa ayah tak menjawab saat kusapa, ia tak tersenyum dan tertawa saat aku melempar senyum melihat kedatangannya. Ia hanya terbaring dengan mata tertutup, hidung disumbat kapas, dan berpakaian putih yang diikat? ) Saat itu mungkin anakmu tak tahu jika pakaian yang terakhir kali ia lihat membungkus tubuh ayahnya itu adalah kain kafan. Dan hari itu adalah hari t...

My Story of Long Distance Marriage

Rabu, 12 September 2018 Jakarta – Indonesia              Dear Diary,                         Jam menunjukkan masih pukul 21.00 WIB, untuk kota sebesar Jakarta jam segini bisa dibilang masih belum larut untuk beristirahat. Kebanyakan masih di jalan atau baru saja sampai di rumah setelh seharian bekerja. Ya, beginilah kehidupan di Ibu Kota Jakarta. Tapi beruntung, aku tinggal di kosan yang tidak jauh dari kantor tempat aku bekerja. Tak harus berangkat jam 6 pagi apalagi sebelum subuh untuk bisa sampai ke kantor sebelum pukul 8 pagi. Cukup 5 menit mengendarai kendaraan bermotor roda 2 untuk bisa sampai ke parkiran Masjid dekat kantor.                         Hari ini lagi-lagi aku sendiri,...

RINDU

Harusku larikan kemanakah rindu ini? Begitu pedih jika dipendam Begitu sakit jika dibiarkan Tolong jelaskan bagaimana aku harus mengatasinya! Setiap waktu   aku hanya bisa mengambil kitab suci Membacanya perlahan Ayat-ayat Nya merasuk Seakan setiap katanya bertanya padaku: “apa kabar hati?” Tak ada jawab dalam lisan Ia hanya memanggil air mata Setiap waktu selama 28 hari Aku berteman “Sendiri” Aku disini selalu bertanya Kapankah kebersamaan semu ini akan berakhir Kapankah kita akan bersama Kapankah rindu ini berhenti menghampiriku? Kau bilang: “lakukanlah hal yang bisa membuatmu bahagia” Kau bilang: “kembangkanlah bakatmu” Bagaimana jika hal yang membuatku bahagia adalah bisa bersamamu sekarang juga Bagaimana jika bakatku sudah tenggelam hingga aku lupa apa bakatku? Siapakah yang bisa menolongku? Kamu? Dimana kamu? Atau aku harus bertanya pada siapa? Ah aku tahu, aku harus bertanya pada Tuhan. Tapi apa yang harus...

Gemericik Air Surga

Gemericik air surga Mengalir di sepertiga malam malammu Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta Wahai pemuja yang melantunkan kalimah suci di malam malammu Lantunanmu kudengar begitu menentramkan jiwa Bagai gemericik air surga Sudikah engkau menuliskan namaku Sudikah engkau menuliskan namaku dalam setiap doa di malam malammu Doa sang pencinta pada Pemilik Asma Yang Agung Seluruh tabir waktu kelak kan menyingkap rahasia Agung yang tersembunyi Jauhnya jarak memisahkan kita agar tetap dalam naunganNya Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta Ijinkan aku mengetuk pintu hatimu Ijinkan aku menghuni istana jiwamu Ijinkan aku berjalan bersamamu menuju kerajaan Sang Pecinta Seluruh Semesta menikmati indahnya Gemericik air surga bersamamu

Serpihan Pena

GEMERICIK CINTA   Hari semakin senja jemariku masih saja menggulir  butiran-butiran kayu yang menjadi saksi kelak atas diriku dihadapan Raja-ku, Raja dari segala Raja yang berkuasa Ketanangan tak terkira terasa begitu menusuk, menghunus hatiku, tulang-tulang rusuk terasa erat mencengkeram  tubuh-ku, menyesakkan jantung, buliran air mata yang  menetes bagai mutiara yang tak ternilai  oleh apa pun. Ya...kurasakan, kurasakan getaran cinta ini, kudengar  kudengar gemericik cinta ini, kurasa tetesan cinta ini bagai embun menyentuh kalbuku.  Tuhanku... inikah Kau  inikah Kau Kau tunjukan cintaMu  pada kami gembala-gembala yang sering tersesat, gembala-gembala yang buta yang buta akan kebesaranMu, gembala-gembala yang tuli yang tuli akan seruanMu. Ampuni kami,  bimbinglah kami, Ya Rabb-ku, dengan Cinta Gemericik cinta-MU Serambi Masjid Al Adhab...

Untukmu Yang Mencintaiku

Aku tak tahu bagaimana perasaanku padanya sekarang. Benar aku sangat mengaguminya, aku selalu mengatakan aku cinta dia. Tapi itu dulu, dan sekarang ketika ada seseorang yang menyayangiku apakah aku salah bila aku merasa belum bisa menerima  rasa sayang lebih dari perasaan seorang saudara. Aku merasa tak bisa mempercayai kata cinta di usia ini, bahkan sampai kapan pun. Begitu jahat sepertinya jika aku mengatakan : "Kamu yang telah membuat hatiku mati" , tapi memang itu yang aku rasa. Ketika aku telah bangkit dari semua kekacauan jiwa yang membelengguku, banyak cinta mendatangiku. Mereka semua sama, inginkan aku karena hatiku bukan karena manis atau cantik rupaku. Aku bingung dengan semua ini, harus bagaimana diriku padanya. Tapi hati ini menjadi seperti sekarang adalah hasil proses pendewasaan karena telah mencintaimu. Kini aku tak mau lagi menghidupkan lilin dalam gelapnya malam di dinding hatiku, aku tak ingin membuka hati ini sebelum waktunya tiba. Aku tak ingin merasa...

Hanya Aku dan Harapanku

T ak tahu apa yang sedang aku pikirkan. Saat ini aku bingung, hanya berharap Tuhan berbelas kasih padaku untuk menunjukkan jalan yang terbaik yang harus aku ambil. Semalam aku mengamati deretan  foto-foto seorang wanita , wanita itu adalah sosok masa lalu dari orang yang saat ini sangat menyayangiku. Aku merasa sangat tak pantas menggantikan sosok wanita seperti dia. Dia terlihat sangat baik, dewasa, pintar, cantik, dan banyak kelebihan pada dirinya yang mungkin tak kumiliki. Masih berkecamuk dalam pikirku apa pantas orang seperti diriku ini dikagumi oleh banyak orang? Malu rasanya mengingat semuanya.           Beberapa menit mata ini memandangi foto di album foto FB wanita itu, terdiam, terpaku, meratap,    mengapa wanita sebaik dia ditinggalkan?  apa salahnya?  Bagaimana perasaannya waktu mereka berdua berpisah? Apakah dia merasa sakit?   Dia yang sudah menjadi seseorang...