Serpihan Pena

GEMERICIK CINTA


 

Hari semakin senja
jemariku masih saja menggulir
 butiran-butiran kayu yang menjadi saksi
kelak atas diriku dihadapan Raja-ku,
Raja dari segala Raja yang berkuasa
Ketanangan tak terkira terasa
begitu menusuk,
menghunus hatiku,
tulang-tulang rusuk terasa erat mencengkeram 
tubuh-ku,
menyesakkan jantung,
buliran air mata yang 
menetes bagai mutiara yang tak ternilai 
oleh apa pun.
Ya...kurasakan,
kurasakan getaran cinta ini,
kudengar 
kudengar gemericik cinta ini,
kurasa tetesan cinta ini bagai embun menyentuh kalbuku. 

Tuhanku...
inikah Kau 
inikah Kau
Kau tunjukan cintaMu 
pada kami gembala-gembala yang sering tersesat,
gembala-gembala yang buta
yang buta akan kebesaranMu,
gembala-gembala yang tuli
yang tuli akan seruanMu.

Ampuni kami, 
bimbinglah kami,
Ya Rabb-ku,
dengan
Cinta
Gemericik cinta-MU




Serambi Masjid Al Adhab 
SMK N 7 Semarang - menanti pembukaan O2SN.

Komentar