part G-4

~ Membuat Aku

Mengingat Kekuranganku~

Aku mulai berteman dengan siapa pun, karena tuntutan organisasi yang mengharuskanku mengenal banyak orang.Tapi perasaan bersalahku padanya membuat aku kini berpikir sangat menyayanginya, mengaguminya, atau bahkan mencintainya, itu yang  aku tahu.

Aku terus berusaha memperbaiki diri, dan berharap dia mengatakan apa salahku tapi itu impossible karena sampai sekarang aku tak tahu apa alasan dia berubah sikap pada waktu itu. Aku semakin percaya pada perasaanku bahwa aku mencintainya, aku memantapkan hati untuk menjaga hati ini.

Tapi ternyata menjaga hati dan persaan itu sangat sulit, tak semudah lisan berkata-kata. Bisa aku katakan, dia orang pertama yang bisa membuat aku terus mengingat kekurangan dan kesalahanku. Aku tak perduli kebahagiaanku, yang aku ingin semua orang dalam hidupku harus bahagia.

Waktu terus bergulir, tapi perasaanku masih saja dalam posisi yang sama. Matahari terus saja bersinar, sedangkan diriku semakin tak berani melihat gagahnya sang mentari yang selalu siap menyongsong hari. Bahkan aku merasa sangat tak berarti bila bermunajah dikala fajar, seakan diri ini begitu kecil. Diri ini yang hanya bisa menangis dan mengadu. Tapi tak bisa memungkiri, bahwa aku malu untuk menghadapi sang  fajar.

Setiap detik aku mengingat dia, air mata ini selalu saja menitik. Tak bisa terhenti, setiap malam dalam doaku selalu terucap doa untkuknya. Bahkan ketika hati ini tersakiti olehnya, masih saja aku mengingat cinta ini dan tak dapat membencinya.

Aku tak bisa memungkiri untuk kali ini, mungkin aku memang mencintai semua yang ada pada dirinya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Komentar