Rabu, 26 Agustus 2015

Gemericik Air Surga

Edit Posted by with 2 comments
Gemericik air surga
Mengalir di sepertiga malam malammu
Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta
Wahai pemuja yang melantunkan kalimah suci di malam malammu
Lantunanmu kudengar begitu menentramkan jiwa
Bagai gemericik air surga
Sudikah engkau menuliskan namaku
Sudikah engkau menuliskan namaku dalam setiap doa di malam malammu
Doa sang pencinta pada Pemilik Asma Yang Agung
Seluruh tabir waktu kelak kan menyingkap rahasia Agung yang tersembunyi
Jauhnya jarak memisahkan kita agar tetap dalam naunganNya
Wahai pemuja Sang Pecinta Seluruh Semesta
Ijinkan aku mengetuk pintu hatimu
Ijinkan aku menghuni istana jiwamu
Ijinkan aku berjalan bersamamu menuju kerajaan Sang Pecinta Seluruh Semesta
menikmati indahnya
Gemericik air surga

bersamamu

Rabu, 01 Mei 2013

Serpihan Pena

Edit Posted by with No comments

GEMERICIK CINTA


 

Hari semakin senja
jemariku masih saja menggulir
 butiran-butiran kayu yang menjadi saksi
kelak atas diriku dihadapan Raja-ku,
Raja dari segala Raja yang berkuasa
Ketanangan tak terkira terasa
begitu menusuk,
menghunus hatiku,
tulang-tulang rusuk terasa erat mencengkeram 
tubuh-ku,
menyesakkan jantung,
buliran air mata yang 
menetes bagai mutiara yang tak ternilai 
oleh apa pun.
Ya...kurasakan,
kurasakan getaran cinta ini,
kudengar 
kudengar gemericik cinta ini,
kurasa tetesan cinta ini bagai embun menyentuh kalbuku. 

Tuhanku...
inikah Kau 
inikah Kau
Kau tunjukan cintaMu 
pada kami gembala-gembala yang sering tersesat,
gembala-gembala yang buta
yang buta akan kebesaranMu,
gembala-gembala yang tuli
yang tuli akan seruanMu.

Ampuni kami, 
bimbinglah kami,
Ya Rabb-ku,
dengan
Cinta
Gemericik cinta-MU




Serambi Masjid Al Adhab 
SMK N 7 Semarang - menanti pembukaan O2SN.

Senin, 04 Juni 2012

Untukmu Yang Mencintaiku

Edit Posted by with 1 comment
Aku tak tahu bagaimana perasaanku padanya sekarang. Benar aku sangat mengaguminya, aku selalu mengatakan aku cinta dia. Tapi itu dulu, dan sekarang ketika ada seseorang yang menyayangiku apakah aku salah bila aku merasa belum bisa menerima  rasa sayang lebih dari perasaan seorang saudara. Aku merasa tak bisa mempercayai kata cinta di usia ini, bahkan sampai kapan pun.

Begitu jahat sepertinya jika aku mengatakan : "Kamu yang telah membuat hatiku mati" , tapi memang itu yang aku rasa. Ketika aku telah bangkit dari semua kekacauan jiwa yang membelengguku, banyak cinta mendatangiku. Mereka semua sama, inginkan aku karena hatiku bukan karena manis atau cantik rupaku.

Aku bingung dengan semua ini, harus bagaimana diriku padanya. Tapi hati ini menjadi seperti sekarang adalah hasil proses pendewasaan karena telah mencintaimu. Kini aku tak mau lagi menghidupkan lilin dalam gelapnya malam di dinding hatiku, aku tak ingin membuka hati ini sebelum waktunya tiba. Aku tak ingin merasakan sakit seperti ketika aku mencintainya, aku tak ingin merasakan sakitnya mencintai di waktu yang tak tepat.

Cintaku padanya membuatku mencintaiNya, cintaku padanya membuatku membuka mata akan kenyataan hidup, cintaku padanya membuatku mengerti arti arti cinta bagi hidupku, cintaku padanya membuatku pasrah menanti cinta sejati, cintaku padanya membuatku menghargai setiap rasa, dan kata.

Ku tak bisa lagi merangkai bait-bait indah 
yang memuja kecintaanku padamu, 
tak lagi ku bisa rangkai syair merdu 
yang memuja setiap keelokan yang ada pada dirimu,
Hanya doa yang kini sanggup aku titipkan 
dalam setiap  detik sisa hidupku.
Ku tak sanggup bermimpi hidup dengan memiliki dirimu,
Ku tak ingin kau hidup dengan diriku,
Tapi ku ingin kau hidup dengan menyimpan cintaku 
dalam album hatimu.

.........................................................................................................................................

Untukmu yang sangat mencintai dan mengharapkanku

Ya Allah.....
jika memang dirinya adalah takdirku
kumohon, ketika diri ini sudah tak mampu lagi
rasakan hangatnya sang mentari,
ijinkan dia tuk dapat hangatkan hatiku yang telah remuk.

Ya Allah,
ketika sayap-sayap patahku sudah tak mampu lagi bertahan,
Kumohon, ijinkan dia tuk selalu bisa lambungkan mimpi, harapan, dan cintaku dalam bahagia

Ya Allah,
Ketika diri ini dalam kebimbangan dan tak dapat menemui cahaya penerang,
jadikanlah dia lilin kecil yang terangi dan teduhkan jiwaku yang rapuh

Ya Alla,
aku ingin melihat semua orang yang ada dalam hidupku bahagia
ku ingin mereka mereka melihat derai tawaku bak bintang yang terang di langit malam,
seperti diriku yang merasa hidupku berarti dengan senyuman mereka.
Ijinkalah binar mataku menerangi setiap relung kehidupan mereka,
dan menjadi berkas terang yang selalu mereka kenang,
Seperti halnya mereka yang telah melukiskan pelangi dalam hidupku.
Dan kirimkanlah cinta sejati di hati kami,
Lekatkanlah senyum dalam wajah kami hingga kami menutup mata dan kembali padaMu
dengan membawa cinta suciMu.

.................................................................................................................................................

Thanks to Allah yang telah mengajarkanku arti cinta sesungguhnya. Bukan cinta menurutku jika kita tak bisa membuatnya selalu tersenyum, tenang, damai dan merasa berharga. Cinta tak harus memiliki, tapi cinta adalah untuk melengkapi. Cinta adalah memahami, bukan memaksakan. Cinta adalah ketaatan pada Sang Pencipta. Dan cinta adalah senyuman. 

^_^


Minggu, 27 Mei 2012

Hanya Aku dan Harapanku

Edit Posted by with 4 comments

Tak tahu apa yang sedang aku pikirkan. Saat ini aku bingung, hanya berharap Tuhan berbelas kasih padaku untuk menunjukkan jalan yang terbaik yang harus aku ambil. Semalam aku mengamati deretan  foto-foto seorang wanita , wanita itu adalah sosok masa lalu dari orang yang saat ini sangat menyayangiku. Aku merasa sangat tak pantas menggantikan sosok wanita seperti dia. Dia terlihat sangat baik, dewasa, pintar, cantik, dan banyak kelebihan pada dirinya yang mungkin tak kumiliki. Masih berkecamuk dalam pikirku apa pantas orang seperti diriku ini dikagumi oleh banyak orang? Malu rasanya mengingat semuanya.

          Beberapa menit mata ini memandangi foto di album foto FB wanita itu, terdiam, terpaku, meratap, 



 mengapa wanita sebaik dia ditinggalkan? 


apa salahnya? 

Bagaimana perasaannya waktu mereka berdua berpisah?

Apakah dia merasa sakit?

 Dia yang sudah menjadi seseorang saat ini, apakah masih menyimpan perasaan cintanya yang dulu?

 Apakah masih ada secercah harap yang tersimpan dalam lubuk hatinya yang terdalam untuk kembali ke masa lalu?


Jika semua jawaban itu adalah 



“YA” 


, mungkin detik itu juga air mata akan deras mengalir tanpa henti. Meratapi betapa jahatnya diri ini yang tak memahami perasaan wanita sebaik dia.  






Cermin yang menemaniku malam tadi, membuatku bingung akan semuanya. Aku masih melihat diri ini adalah seorang gadis kecil, tapi aku tak tahu bagaimana dunia menilaiku? Apakah mereka menilaiku seperti apa aku menilai diriku, ataukah dunia melihatku sebagai seorang wanita yang beranjak dewasa? Aku tak tahu.  




Bermunajah kepadaNya malam tadi membuatku tenang, rasanya seperti Lailatul Qadar datang padaku, bibir dan hati ini melepas untaian doa yang begitu indah yang jarang bisa aku ucapkan. 
 

 




Jika boleh aku sedikit bercerita. Aku ingin suatu saat aku bisa mendidik seorang anak menjadi orang yang berguna bagi banyak orang, bagi agamanya, orang tuanya, negaranya, aku ingin mendidik seorang pemimpin yang bisa mendidik dan menjadi teladan. Aku juga ingin Allah memberiku kesempatan untukku bisa memberikan mahkota di syurga untuk kedua orang tuaku dengan menjadi seorang hafidzah, aku juga ingin sukses dan mensukseskan semua saudaraku. Yang terakhiraku ingin ketika aku tiada kelak, aku telah bisa membuat semua orang tersenyum, tak ada lagi duka, air mata kesedihan, marah, benci, dendam, dengki, yang ada hanya  cinta kasih.

.......................................

Aku ingin mewujudkan mimpi yang sering menyelimutiku di kala malam. Aku menggandeng erat seorang bocah kecil yang begitu tenang, rupawan dan bersinar. Aku dan bocah itu ada di tempat yang terhormat . Biru sebuah warnah yang tak pernah tertinggal, mungkin itu pertanda ketenangan yang aku harapkan.


Sabtu, 26 Mei 2012

part H

Edit Posted by with No comments

~ Penelitian
Cinta G&G ~

Sebuah project konyol yang pernah terpikirkan oleh seorang bocah ingusan yang belum genap berusia 17th. ABG benar-benar masa suram alias suwung..haha. Ya....Aku mengajak Gita dalam  project diary yang aneh bin aneh lagi wes... Kita beri nama Diary G&G , G&G itu singkatan dari namaku dan Gita. Tak tau kenapa aku suka  huruf G, yaiyalah secara namaku berawalan huruf "G" juga angka 2 dan 1, #nek iki ojo takon (dalam bahasa Indonesia : kalau ini jangan tanyakan).

 

Tak sabar nih pengen nostalgia cerita, tapi untuk pihak-pihak terkait jangan sakit hati atau marah ya..ini hanya curhat masa lalu yang sudah berlalu, saat kami masih sangat labil,  jadi harap maklum oke . ^_^

............................................................................................................................................




Di sela-sela kebahagiaan atas kemenangan PSSI 1-0 atas Filiphina di Piala AFF tahun 2010, tepatnya pukul 21.12 WIB aku mulai menyusun strategi penelitian ini. Perjanjian konyol, alay bin lebay, yang ditandatangani melalui pesan singkat di handphone yaitu “Perjanjian Ghani & Gita”. Adapun isi perjanjiannya adalah :

 

 

 

             
            Sebenarnya aku malu mengajukan perjanjian itu (ih sok banget, padahal...ckckck), tapi mau gimana lagi? Untuk membuktikan teori-teori konyol  tentang cinta remaja dipikiranku itu hanya ada satu cara yaitu “p-r-a-k-t-e-k”. Jadi bisa dibilang Cinta Pertamaku Kelinci Percobaan. Kedengarannya jahat banget ya ? tapi ya sudahlah aku terima semua dengan lapang dada # loh? |:o| ... 


            Gini aja deh, biar aku tak dibilang jahat akan aku ceritakan semua rasa senang, sedih, susah, bangga, bingung, sebel, ya pokonya nano nano deh...... Pesan pertamaku ke kalian sobat, ambillah himah dari semua kejadian yang pernah kita alami, karena seperti  kata pepatah pengalaman adalah guru yang paling berharga”. Sok bijak ya?emang aku bijak : wekkkkk |:p|

 

 >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>